
Invalid Date
Dilihat 135 kali

MARGASARI - Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Desa Margasari akhirnya mencapai penghujung acara. Setelah hampir sepanjang bulan Agustus 2026 masyarakat Desa Margasari disuguhi berbagai kegiatan olahraga, keagamaan, seni budaya, hingga hiburan rakyat, kemeriahan peringatan kemerdekaan tersebut ditutup dengan berbagai lomba yang diselenggarakan oleh Fatayat NU Ranting Margasari.
Kegiatan penutup dilaksanakan pada Minggu, 30 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Margasari, dengan peserta yang berasal dari kalangan perempuan muda Desa Margasari. Suasana berlangsung meriah, penuh keakraban, dan menjadi momentum bagi kaum muda perempuan untuk bersilaturahmi sekaligus mempererat semangat kebersamaan.
Penutupan melalui kegiatan Fatayat NU ini sekaligus menjadi warna tersendiri dalam rangkaian peringatan kemerdekaan. Jika kegiatan sebelumnya banyak melibatkan masyarakat secara umum, kegiatan Fatayat memberikan ruang khusus bagi kaum muda perempuan untuk berpartisipasi, berkarya, dan menunjukkan semangat berorganisasi.
Semarak Berbagai Kegiatan Selama Bulan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Desa Margasari tahun 2026 memang dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan hampir seluruh unsur masyarakat. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga melalui olahraga, doa bersama, pelestarian seni budaya, hiburan rakyat, serta kegiatan sosial dan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan turnamen sepak bola antar-RW se-Desa Margasari yang diikuti oleh seluruh RW. Masing-masing RW mengirimkan dua grup untuk berlaga dalam turnamen yang digelar di Lapangan Desa Margasari selama rangkaian kegiatan bulan Agustus. Pertandingan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Setelah melalui pertandingan yang cukup sengit, RW 01 berhasil keluar sebagai juara.
Memasuki malam menjelang peringatan HUT Kemerdekaan, masyarakat Desa Margasari mengikuti malam tirakatan yang dilaksanakan pada Minggu malam, 16 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Margasari.
Malam tirakatan diisi dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Doa juga dipanjatkan untuk para pejabat dan tokoh tingkat desa yang telah mendahului masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perangkat desa, lembaga-lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat umum.
Pada malam yang sama, suasana Balai Desa Margasari semakin semarak dengan digelarnya pagelaran seni Jamjaneng dan Macapat. Kedua kesenian tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menjaga dan melestarikan seni budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Desa Margasari.
Pagelaran Jamjaneng dan Macapat diikuti oleh perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pelaku dan pemerhati seni Jamjaneng dan Macapat Desa Margasari.
Keesokan harinya, Senin, 17 Agustus 2026, seluruh masyarakat mengikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di halaman Balai Desa Margasari.
Upacara diikuti oleh perangkat desa, seluruh lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan yang ada di Desa Margasari, serta masyarakat umum. Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus refleksi atas makna kemerdekaan bagi kehidupan masyarakat saat ini.
Semangat kebersamaan kemudian berlanjut pada Senin sore, 17 Agustus 2026, melalui kegiatan jalan sehat berhadiah. Masyarakat bersama-sama menyusuri jalan-jalan di wilayah Desa Margasari. Kegiatan berlangsung meriah karena diikuti berbagai lapisan masyarakat, mulai dari perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga masyarakat umum, pada kegiatan ini panitia menyediakan ratusan hadiah menarik.
Tidak berhenti sampai di sana, kemeriahan HUT Kemerdekaan kembali hadir melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Dalang Kondang ki Eko Suwaryo dengan lakon "Wahyu Katentreman" yang dilaksanakan pada Rabu malam, 19 Agustus 2026, di halaman Balai Desa Margasari.
Pertunjukan wayang kulit menjadi salah satu hiburan sekaligus media pelestarian budaya tradisional yang masih mendapatkan tempat di hati masyarakat Desa Margasari.
Fatayat NU Hadir sebagai Penutup yang Penuh Semangat
Setelah berbagai kegiatan berlangsung, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Desa Margasari akhirnya ditutup melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Fatayat NU Ranting Margasari pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Berbagai lomba yang digelar khusus bagi kaum muda perempuan Desa Margasari berlangsung penuh keceriaan. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat persaudaraan dan membangun rasa percaya diri generasi muda perempuan untuk aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan positif, termasuk melalui organisasi kepemudaan dan perempuan.
Ketua Panitia: Terima Kasih atas Dukungan Masyarakat
Ketua Panitia Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Desa Margasari, HALIMI, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Margasari yang telah memberikan dukungan sejak awal hingga berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan seluruh kegiatan bukan semata-mata hasil kerja panitia, tetapi merupakan buah dari kebersamaan seluruh masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Margasari. Dukungan, partisipasi, dan kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan utama sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Dari awal hingga kegiatan penutup, semuanya dapat berjalan lancar, aman, dan penuh kebersamaan.”
Halimi menambahkan bahwa semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti bahwa ketika seluruh elemen masyarakat bersatu, berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik.
“Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong seperti ini tidak hanya hadir ketika peringatan kemerdekaan, tetapi terus tumbuh dan menjadi kekuatan masyarakat Desa Margasari dalam membangun desa,” harapnya.
Kades Margasari Apresiasi Kerja Keras Panitia dan Masyarakat
Sementara itu, Kepala Desa Margasari, SAMINGUN, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan.
Menurut Samingun, terselenggaranya berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan banyak pihak.
“Pemerintah Desa Margasari menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, waktu, dan kebersamaannya. Tidak mudah mengelola rangkaian kegiatan yang begitu banyak, tetapi berkat kerja keras panitia dan dukungan seluruh masyarakat, semuanya dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Samingun juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Margasari yang telah ikut menyukseskan setiap kegiatan.
“Yang paling membanggakan bukan hanya banyaknya kegiatan yang telah terlaksana, tetapi bagaimana seluruh masyarakat dapat bersatu, saling mendukung, dan menjaga suasana tetap aman serta kondusif. Inilah semangat kemerdekaan yang sesungguhnya-merdeka untuk bersatu, bergotong royong, dan membangun desa bersama-sama,” tambahnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat terus dipertahankan dan diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembangunan serta kehidupan sosial masyarakat Desa Margasari.
Fatayat NU Ajak Perempuan Muda Aktif Berorganisasi
Ketua Fatayat NU Ranting Margasari, MUSYAROFAH, S.Pd., dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan pesan kepada para perempuan muda Desa Margasari untuk terus menumbuhkan semangat ber-NU melalui Fatayat NU serta aktif dalam kegiatan organisasi.
Menurutnya, Fatayat NU bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang bagi perempuan muda untuk belajar, bersilaturahmi, mengembangkan potensi, dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Melalui Fatayat NU, mari kita bangun semangat untuk terus belajar, bersilaturahmi, dan berorganisasi. Jangan takut untuk tampil, jangan takut untuk berproses. Karena dari organisasi inilah kita dapat belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Musyarofah juga mengajak kaum muda perempuan Desa Margasari agar menjadikan Fatayat NU sebagai wadah untuk menyalurkan kreativitas dan energi positif.
“Semangat ber-Fatayat adalah semangat untuk terus bergerak dan memberi manfaat. Mari kita isi masa muda dengan kegiatan yang positif, memperkuat persaudaraan, dan bersama-sama menjaga serta meneruskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Kemerdekaan Dirayakan, Kebersamaan Diperkuat
Berakhirnya kegiatan lomba yang diselenggarakan Fatayat NU Ranting Margasari pada 30 Agustus 2026 sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Desa Margasari.
Dari lapangan sepak bola, balai desa, halaman tempat upacara, hingga panggung seni dan pertunjukan wayang kulit, masyarakat Desa Margasari telah bersama-sama merayakan kemerdekaan dengan cara yang beragam.
Lebih dari sekadar memeriahkan bulan kemerdekaan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, menumbuhkan semangat gotong royong, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan tidak ikut berakhir. Justru sebaliknya, semangat untuk bersatu, bergotong royong, berkarya, dan membangun Desa Margasari diharapkan terus hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.



















Bagikan:

Desa Margasari
Kecamatan Sidareja
Kabupaten Cilacap
Provinsi Jawa Tengah
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini