
Invalid Date
Dilihat 399 kali

Margasari, 25 Februari 2026 - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sidareja menggelar kegiatan Tarawih Silaturrahim (TARHIM) pada Rabu malam (25/2/2026) pukul 19.30 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Miftahul Huda RT 02 RW 01 Dusun Margasari, Desa Margasari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Margasari beserta perangkat desa, lembaga desa, BPD, para Ketua RT dan RW, Pengurus Ranting NU dan Banom Desa Margasari, jajaran Pengurus MWCNU Sidareja beserta tim Tarhim, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta jama’ah Masjid Miftahul Huda.
Susunan Acara
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, Nuryadin, S.Kom, yang memandu rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.
Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat Nabi Muhammad SAW dipimpin oleh Ky. Ali Mu’min (Ketua RT 01 RW 01 Dusun Margasari), yang menambah suasana religius dan penuh kekhusyukan.
Laporan Ketua Tanfidziyah Ranting NU Margasari
Laporan kegiatan disampaikan oleh Ky. Muhail (Al Gadi), selaku Ketua Tanfidziyah Ranting NU Margasari. Dalam laporannya, beliau memaparkan berbagai program kerja ranting yang telah dan akan dilaksanakan, serta menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jajaran MWCNU Sidareja dan para tamu undangan.
Beliau menegaskan bahwa Ranting NU Margasari terus berkomitmen menghidupkan kegiatan ke-NU-an di tingkat desa, memperkuat jama’ah, serta menjaga amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di tengah masyarakat.
Sambutan Kepala Desa Margasari
Sambutan selamat datang disampaikan oleh Kepala Desa Margasari, Sdr. Samingun. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Tarhim MWCNU Sidareja di wilayah Desa Margasari.
“Kami berharap kegiatan MWCNU ini dapat membawa kesejukan, kedamaian, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujar beliau.
Kepala Desa juga menyampaikan sekilas informasi terkait jalannya pemerintahan Desa Margasari, termasuk komitmen pemerintah desa dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan moral dan spiritual masyarakat.
Sambutan dan Pengarahan MWCNU Sidareja
Sambutan pengarahan disampaikan atas nama Ketua Tanfidziyah MWCNU Sidareja oleh Ky. Yusro, S.Ag. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan Tarhim MWCNU Sidareja telah berjalan lebih dari 18 tahun secara konsisten sebagai bagian dari program silaturrahim dan penguatan organisasi.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
Mauidzoh Hasanah oleh Rois Syuriyah MWCNU Sidareja
Puncak acara diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh Rois Syuriyah MWCNU Sidareja, Ky. Nasibun, Pengasuh Ponpes Elfirdaus Sidareja.
Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa tujuan Tarhim bukan hanya menyampaikan program organisasi, tetapi juga mengajak warga Nahdliyin untuk bersama-sama berjihad fi sabilillah dalam menjaga aqidah dan amaliyah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Beliau menjelaskan bahwa pada masa Rasulullah SAW, pemahaman Islam masih satu karena langsung dibimbing oleh Nabi Muhammad SAW. Namun setelah wafatnya Rasulullah SAW, mulai muncul perbedaan di kalangan sahabat, terutama terkait persoalan kepemimpinan (khilafah) antara kaum Anshar dan Muhajirin, hingga akhirnya disepakati pengangkatan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifah pertama.
Beliau juga menyampaikan bahwa dalam perkembangan sejarah Islam muncul berbagai perbedaan penafsiran terhadap ajaran agama. Di Indonesia sendiri, terdapat beragam corak dan kelompok pemahaman keislaman. Oleh karena itu, Nahdlatul Ulama hadir sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang berikhtiar menjaga kemurnian ajaran Islam sesuai manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.
Ky. Nasibun mencontohkan adanya penafsiran yang keliru terhadap ayat:
أَقِمِ
الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ
(QS. Al-Isra’: 78)
Yang oleh sebagian kelompok ditafsirkan bahwa shalat wajib hanya tiga waktu, padahal menurut jumhur ulama ayat tersebut mencakup lima waktu shalat wajib.
Beliau juga menyinggung firman Allah SWT:
إِنَّ
الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
(QS. Al-‘Ankabut: 45)
Yang menjelaskan hikmah dan fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar, bukan sebagai alasan untuk meninggalkan kewajiban shalat lima waktu.
Dalam penegasannya, Ky. Nasibun menyampaikan bahwa jihad fi sabilillah pada masa kini adalah menjaga aqidah, memperkuat persatuan umat, serta menghidupkan program-program ke-NU-an secara berjama’ah di bawah naungan organisasi.
Beliau menegaskan bahwa ada kewajiban yang dapat dilaksanakan secara individu seperti shalat dan puasa, namun ada pula kewajiban yang hanya bisa dilaksanakan secara berjama’ah dan terorganisir, seperti shalat Jumat dan perjuangan menjaga ajaran Islam. Karena itu, beliau mengajak seluruh jama’ah untuk bersama-sama berkhidmah dan berjihad fi sabilillah melalui Nahdlatul Ulama.
Penutup
Rangkaian kegiatan Tarhim MWCNU Sidareja di Masjid Miftahul Huda ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rois Syuriyah Ranting NU Desa Margasari, KH. Mufro’il, S.Pd.I.
Kegiatan
berlangsung dengan khidmat, penuh semangat ukhuwah, serta memperkuat sinergi
antara MWCNU Sidareja, Ranting NU Margasari, Pemerintah Desa Margasari, dan
seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan ajaran Islam
Ahlussunnah wal Jama’ah di wilayah Desa Margasari.



Bagikan:

Desa Margasari
Kecamatan Sidareja
Kabupaten Cilacap
Provinsi Jawa Tengah
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini