Logo

Desa Margasari

Kabupaten Cilacap

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

Indeks Desa

Berita

Belanja

Pemdes Margasari Gelar Pelatihan Merangkai Bouquet Berbahan Sayur Mayur, Dorong Kreativitas dan Peningkatan Nilai Ekonomi Hasil Pertanian

Pemdes Margasari Gelar Pelatihan Merangkai Bouquet Berbahan Sayur Mayur, Dorong Kreativitas dan Peningkatan Nilai Ekonomi Hasil Pertanian

Invalid Date

Ditulis oleh Muhammad Soim Asrori, S.HI

Dilihat 178 kali

Pemdes Margasari Gelar Pelatihan Merangkai Bouquet Berbahan Sayur Mayur, Dorong Kreativitas dan Peningkatan Nilai Ekonomi Hasil Pertanian

Margasari, 30 Juli 2026 – Pemerintah Desa Margasari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, menggelar Pelatihan Merangkai Bouquet Berbahan Sayur Mayur yang diikuti oleh anggota Tim Penggerak PKK Desa Margasari. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Margasari pada Kamis (30/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB.

Selain diikuti oleh anggota PKK, pelatihan ini juga dihadiri oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang turut berpartisipasi dan belajar bersama masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendorong inovasi serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Pelatihan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Desa Margasari dalam meningkatkan kreativitas masyarakat, khususnya kaum perempuan, sekaligus membuka peluang usaha baru melalui inovasi pengolahan dan penyajian hasil pertanian.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Margasari, Samingun, yang dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia juga memberikan berbagai informasi mengenai perkembangan pembangunan desa serta mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan di desa.

"Keterampilan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan. Potensi hasil pertanian yang kita miliki akan memiliki nilai jual lebih tinggi apabila dikemas secara kreatif. Saya berharap pelatihan ini dapat melahirkan ide-ide usaha baru bagi ibu-ibu PKK sekaligus menjadi bagian dari semangat masyarakat dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Samingun.

Sebagai narasumber, Pemerintah Desa menghadirkan Mistriyah dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki Desa Tinggarjaya. Dalam pemaparannya, Mistriyah menjelaskan bahwa bouquet berbahan sayur mayur tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mempunyai potensi ekonomi yang cukup menjanjikan.

Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan hasil pertanian menjadi produk yang lebih menarik dan bernilai jual. Sayuran yang biasanya dipasarkan secara konvensional dapat dikreasikan menjadi bouquet sehingga tampil lebih menarik ketika dipajang di toko atau warung, sekaligus mampu meningkatkan daya tarik pembeli.

Selain itu, bouquet sayuran juga dapat dijadikan sebagai alternatif hadiah yang unik, estetik, dan bermanfaat. Berbeda dengan bouquet bunga yang hanya dinikmati keindahannya, bouquet sayuran dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pangan sehingga memberikan nilai tambah bagi penerimanya.

Lebih lanjut, Mistriyah menegaskan bahwa keterampilan merangkai bouquet berbahan sayur mayur dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan kreativitas dalam mengolah dan mengemas sayuran, masyarakat dapat menciptakan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik merangkai bouquet berbahan sayur mayur. Seluruh peserta, baik anggota PKK maupun mahasiswa KKN Unsoed, tampak antusias mempraktikkan teknik merangkai berbagai jenis sayuran menjadi bouquet yang menarik, rapi, dan bernilai estetika. Dalam sesi ini, narasumber memberikan pendampingan secara langsung, mulai dari pemilihan bahan, teknik penyusunan, hingga cara pengemasan agar menghasilkan bouquet yang layak dipasarkan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menghasilkan karya bouquet sayuran yang kreatif dan memiliki nilai jual. Melalui praktik langsung tersebut, peserta diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan keterampilan ini sebagai peluang usaha rumahan maupun sebagai produk kreatif yang dapat dipasarkan pada berbagai momen, seperti wisuda, ulang tahun, hingga acara perayaan lainnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Desa Margasari berharap anggota PKK mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha kreatif berbasis potensi lokal. Inovasi sederhana tersebut diharapkan dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan Desa Margasari.


Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Desa Margasari

Kecamatan Sidareja

Kabupaten Cilacap

Provinsi Jawa Tengah

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia