
Invalid Date
Dilihat 387 kali

Margasari - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana di kompleks Tempat Pemakaman Umum Desa Margasari tampak lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Warga dari berbagai dusun datang silih berganti untuk melaksanakan ziarah ke makam orang tua, keluarga, para guru, kiai, serta tokoh agama yang telah wafat.
Sebagai desa yang mayoritas masyarakatnya menganut paham Ahlussunnah wal Jama’ah ‘ala thariqah Nahdlatul Ulama (NU), tradisi ziarah makam telah menjadi bagian dari praktik keagamaan yang hidup dan terjaga dari generasi ke generasi. Tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai kebiasaan turun-temurun, tetapi sebagai bentuk ibadah dan persiapan ruhani menyambut bulan penuh berkah.
Salah Satu Contoh: Jama’ah Musholla Baitul Akbar
Salah satu contoh kegiatan ziarah yang dilaksanakan secara berjama’ah datang dari Musholla Baitul Akbar Dusun Margasari RT 005 RW 001 Desa Margasari Kecamatan Sidareja. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ustadz Nadzirul Ichsan (pengasuh musholla baitul akbar) dan diikuti lebih dari 100 orang jama’ah pada Senin pagi 16 Februari 2026.
Peserta terdiri dari:
Rombongan berangkat bersama menuju pemakaman desa untuk melaksanakan tahlil, doa bersama, serta tausiyah singkat sebagai penguatan spiritual menjelang Ramadhan.
Ustadz Nadzirul Ichsan dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai akhlak dan adab kepada para santri, sekaligus mengajarkan pentingnya mendoakan orang tua dan para pendahulu.
“Kita ingin para santri memahami bahwa ziarah bukan hanya tradisi, tetapi bagian dari adab seorang muslim kepada orang tua, guru, dan leluhur,” ujarnya dalam tausiyah singkat di area pemakaman.
Makna Spiritual dalam Perspektif Aswaja
Dalam pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah, ziarah kubur memiliki dasar yang jelas dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berziarah karena dapat mengingatkan pada kehidupan akhirat.
Bagi warga Nahdliyin Margasari, ziarah mengandung beberapa nilai penting:
Semua doa tetap ditujukan kepada Allah SWT semata. Dalam pemahaman NU, ziarah bukan meminta kepada yang telah wafat, melainkan mendoakan serta mengambil pelajaran dari kehidupan mereka.
Memperkuat Identitas Keislaman Masyarakat
Fenomena ziarah menjelang Ramadhan ini menunjukkan kuatnya identitas masyarakat Margasari sebagai komunitas Muslim Ahlussunnah wal Jama’ah ala Thariqah Nahdlatul Ulama (NU). Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga warisan spiritual yang terus ditanamkan kepada generasi muda, termasuk para santri madrasah diniyah.
Dengan menjaga niat dan tuntunan syariat, masyarakat Margasari menunjukkan bahwa tradisi dan ajaran agama dapat berjalan selaras, menghadirkan Islam yang ramah, moderat, dan penuh keberkahan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
---Selamat
Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447---


Bagikan:

Desa Margasari
Kecamatan Sidareja
Kabupaten Cilacap
Provinsi Jawa Tengah
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini